Nahwa Media-Muhammad Ismail Takbir Keliling Sengkerang kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Semarak Takbir Keliling di Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah. Kreativitas pemuda desa ini setiap tahun selalu dinantikan masyarakat karena konsistensinya menghadirkan miniatur unik dalam pawai malam takbiran.
Sejak beberapa tahun terakhir, Muhammad Ismail bersama Remaja Masjid Nurul Huda Sengkerang 3 rutin membuat berbagai miniatur masjid untuk ditampilkan dalam lomba takbir keliling. Berkat ketekunan dan kreativitasnya, karya miniatur yang mereka tampilkan kerap meraih prestasi, mulai dari juara 1, juara 2 hingga juara 3 dalam lomba miniatur takbir keliling.
Nama Muhammad Ismail Takbir Keliling Sengkerang bahkan sudah dikenal oleh peserta lain dalam lomba tersebut. Setiap kali Masjid Nurul Huda Sengkerang 3 mengirimkan miniatur dalam perlombaan, karya tersebut hampir selalu menjadi kandidat kuat untuk meraih juara.
Menariknya, proses pembuatan miniatur dilakukan secara swadaya oleh para remaja masjid. Dana yang digunakan berasal dari iuran sukarela masyarakat di sekitar Sengkerang 3 yang dengan penuh keikhlasan mendukung kegiatan kreatif tersebut.
Pada Ramadhan tahun ini, Muhammad Ismail kembali menghadirkan ide baru dalam karya miniatur yang dibuatnya. Ia menciptakan miniatur berbentuk rudal Iran sebagai bagian dari atraksi takbir keliling.
Ide tersebut muncul dari perhatian terhadap isu konflik internasional yang sedang ramai diperbincangkan, yakni serangan terhadap Iran yang melibatkan Amerika dan Israel. Menurutnya, miniatur tersebut tidak hanya menjadi karya seni, tetapi juga simbol pengingat terhadap perjuangan dan penderitaan umat Muslim di berbagai belahan dunia.
Kehadiran miniatur tersebut semakin menambah semarak takbir keliling di Desa Sengkerang. Kreativitas Muhammad Ismail Takbir Keliling Sengkerang juga menunjukkan bahwa pemuda desa mampu menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki pesan yang lebih luas bagi masyarakat.
Masyarakat Sengkerang 3 diharapkan terus memberikan dukungan terhadap kreativitas Muhammad Ismail dan para remaja Masjid Nurul Huda. Dengan dukungan tersebut, diharapkan akan lahir generasi penerus yang mampu melanjutkan tradisi membuat miniatur takbir keliling sehingga kegiatan ini tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
![]()


