
sumber foto: smkulilalbabnwgegek
LOMBOK TIMUR – SMK Ulil Albab NW Gegek kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan berbasis pesantren yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi. Melalui penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga membekali mereka dengan karakter, wawasan vokasi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Juli 2026 tersebut menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal budaya akademik, memahami sistem pendidikan vokasi berbasis pesantren, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi era transformasi digital. Bagi SMK Ulil Albab NW Gegek, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, integritas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Hari pertama diawali dengan check in peserta didik baru yang dilanjutkan dengan Sholat Dhuha berjamaah bersama seluruh siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMK Ulil Albab NW Gegek dalam menanamkan budaya religius sebagai fondasi pembentukan karakter di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah dan dilanjutkan dengan pengenalan guru serta tenaga kependidikan. Peserta didik juga memperoleh materi “Mengenal Kurikulum: Menumbuhkan Generasi Berilmu, Berakhlak, Kompeten, dan Siap Berkarya” yang disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Purnawarman, M.Pd. Materi ini memberikan gambaran mengenai sistem pembelajaran, budaya akademik, dan arah pendidikan yang diterapkan di SMK Ulil Albab NW Gegek.
Pada hari kedua, peserta mengikuti Growth Mindset Challenge bersama Brain Academy by Ruangguru. Materi tersebut mengajak peserta didik membangun pola pikir bertumbuh (growth mindset), berani menghadapi tantangan, serta menjadikan setiap proses belajar sebagai peluang untuk berkembang. Pembekalan ini menjadi bekal penting agar peserta didik siap menghadapi dunia pendidikan maupun dunia kerja yang terus berubah.
Puncak kegiatan berlangsung pada hari ketiga melalui seminar “AI untuk Pelajar SMK & Digital Citizenship” yang disampaikan oleh Dr. Ahmad Abdan Syakur, M.Pd. Dalam seminar tersebut, peserta didik dikenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu belajar yang produktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga memperoleh pemahaman mengenai etika bermedia digital, keamanan informasi, serta pentingnya membangun jejak digital yang positif.
Melalui seminar ini, SMK Ulil Albab NW Gegek menunjukkan bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu berjalan seiring dengan perkembangan teknologi. AI diposisikan bukan sebagai pengganti proses belajar, melainkan sebagai sarana yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara etis dan bertanggung jawab.
Melalui penyelenggaraan MPLS Ramah 2026, SMK Ulil Albab NW Gegek menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Perpaduan nilai-nilai pesantren dengan literasi digital menjadi langkah strategis untuk menyiapkan lulusan yang siap berkarya sekaligus mampu menghadapi tantangan dunia kerja dan era digital.
![]()


