
PRAYA — Literasi digital menjadi fokus Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Teknologi yang digelar Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat bagi 100 pengurus koperasi dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Lombok Tengah di Lesehan Telu-Telu, Praya, Kamis (3/9/2026).
Pelatihan bertajuk “Teknik Pembuatan Video sebagai Media Pengelolaan dan Diseminasi Pengetahuan” ini diselenggarakan untuk mendukung keberlanjutan program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE).
Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., MM., M.Sc., menjelaskan bahwa di era digital, pengelolaan pengetahuan (knowledge management) tidak lagi cukup disampaikan melalui metode konvensional. Menurutnya, penguasaan media audiovisual menjadi krusial agar inovasi serta praktik baik pertanian dapat tersebar secara cepat dan inklusif.
“Melalui Bimtek ini, kami mendorong para penyuluh dan pengurus koperasi agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Video menjadi sarana efektif untuk mendokumentasikan pengetahuan, mempublikasikan potensi kelompok, hingga meluaskan jangkauan diseminasi informasi pertanian modern,” ujar Hendro di sela-sela kegiatan.
Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Zainal Arifin, S.ST., mengapresiasi kolaborasi digitalisasi ini dalam merespons tantangan pertanian modern.
“Kapasitas literasi digital ini sangat krusial bagi para penyuluh dan pengurus koperasi kami. Dengan menguasai teknik pembuatan video, potensi besar sektor pertanian dan peternakan di Lombok Tengah tidak hanya terwujud di lapangan, tetapi juga terpublikasi secara luas hingga mampu memperkuat jejaring kemitraan,” tegas Zainal Arifin.
Kegiatan yang diikuti unsur penyuluh pertanian, pengurus enam koperasi tani-ternak ICARE, hingga fasilitator lapangan ini menggandeng Fata Institute Lombok sebagai narasumber utama. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung mempraktikkan alur produksi video profil koperasi—mulai dari pra-produksi, teknik pengambilan gambar dengan ponsel pintar, hingga penyusunan naskah.
Melalui penguatan kapasitas literasi digital ini, koperasi pendukung program ICARE di Lombok Tengah diharapkan tidak hanya mandiri dari sisi produksi tani dan ternak, tetapi juga cakap dalam mengelola serta mempublikasikan aset pengetahuan organisasi secara berkelanjutan.
![]()


