
Praya, Lombok Tengah-IAII YANMU resmi menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) yang menandai beroperasinya institusi tersebut sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) baru. Penyerahan KMA kepada Rektor IAII Yanmu NW, Dr. TGH. Ahmad Mustanir, M.H., berlangsung di Gedung Rektorat IAII Yanmu NW, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/9/2026). Legalitas tersebut menjadi awal bagi IAII YANMU untuk memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
“Pertanyaannya sekarang adalah, apa kontribusi kampus baru ini bagi masyarakat Lombok, NTB, dan Indonesia?” kata Prof. Arskal dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan IAII Yanmu NW.
Pesan tersebut sejalan dengan harapan pimpinan yayasan. Prof. Dr. TGH. Zainal Arifin Munir, Lc., M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Prof. Arskal sekaligus memohon arahan dan pembinaan bagi IAII Yanmu NW sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang baru berdiri.
Zainal mengatakan IAII Yanmu NW tidak didirikan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi di tingkat lokal. Ia menegaskan bahwa kampus tersebut memiliki cita-cita untuk memberikan kontribusi yang lebih luas.
“IAII Yanmu NW memiliki hajat untuk bisa berkontribusi, tidak hanya di skala lokal, tetapi juga nasional, bahkan global,” ujarnya.
Harapan untuk menjaga arah pengembangan institusi juga disampaikan Rektor IAII Yanmu NW, Dr. TGH. Ahmad Mustanir, M.H. Dalam sambutannya, Ahmad menyampaikan selamat datang kepada Prof. Arskal serta mengucapkan terima kasih atas arahan dan bimbingan yang diberikan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika yang telah berjuang hingga IAII Yanmu NW dapat menerima KMA.
Ahmad berharap seluruh civitas akademika tetap solid dan menjaga sinergi setelah perguruan tinggi memperoleh legalitas. Soliditas tersebut, menurutnya, diperlukan agar seluruh unsur kampus dapat bergerak bersama mewujudkan visi IAII Yanmu NW.
Visi tersebut adalah “Menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia yang santun, kompeten, dan kontributif berasaskan Al-Qur’an, Sunnah dan nilai-nilai Budaya Nusantara, yang mampu menjawab tantangan lokal, nasional, dan internasional.”
Di hadapan jajaran IAII Yanmu NW, Prof. Arskal kemudian menguraikan enam pilar yang perlu diperhatikan untuk membangun pertumbuhan dan kemajuan PTKI.
Pilar pertama adalah kelembagaan yang sehat dan profesional. Ia menekankan pentingnya tata kelola yang baik serta kelengkapan administrasi sejak awal. IAII Yanmu NW juga didorong mempercepat akreditasi agar proses penguatan mutu institusi tidak menunggu hingga mahasiswa menyelesaikan studi.
Pilar kedua adalah sumber daya manusia yang unggul. Salah satu perhatian yang ditekankan ialah peningkatan jumlah dosen bergelar doktor sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik perguruan tinggi.
Pilar ketiga adalah menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era kecerdasan artifisial atau AI. Menurut Prof. Arskal, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi perubahan dan tuntutan baru di masa mendatang.
Pilar keempat adalah membangun keunggulan berbasis potensi lokal. Ia mencontohkan Program Studi Akuntansi yang dapat dikembangkan dengan kekuatan pada bidang halal tourism. Dengan pendekatan tersebut, potensi daerah tidak hanya menjadi latar belakang keberadaan kampus, tetapi dapat dikembangkan menjadi keunggulan akademik.
Pilar kelima adalah membangun ekosistem kemitraan. IAII Yanmu NW didorong membangun jejaring dan kerja sama dengan berbagai pihak agar pengembangan perguruan tinggi dapat berlangsung lebih luas dan tidak berjalan sendiri.
Pilar keenam adalah menempatkan mahasiswa sebagai pusat transformasi. Prof. Arskal menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya dipersiapkan untuk menjadi pekerja. Mereka juga perlu diarahkan menjadi pencipta lapangan kerja, memiliki karakter, dan tetap berakar pada budaya.
“Mahasiswa jangan hanya dipersiapkan menjadi pekerja, tetapi juga menjadi pencipta lapangan kerja, berkarakter, dan berbasis budaya,” katanya.
Di akhir sambutannya, Prof. Arskal kembali menegaskan bahwa penerimaan KMA harus dipandang sebagai titik awal perjalanan IAII Yanmu NW. Ia mengingatkan agar institusi tidak berhenti pada pencapaian legalitas, tetapi terus membangun kualitas dan memperluas kontribusinya.
“KMA adalah awal perjuangan. Jangan cepat puas dan jangan takut bermimpi besar,” tegasnya.
Dengan diterimanya KMA, IAII Yanmu NW kini memasuki fase baru sebagai PTKI. Legalitas tersebut menjadi dasar bagi institusi untuk membangun kelembagaan, memperkuat sumber daya manusia, menyiapkan mahasiswa menghadapi perubahan, serta mewujudkan cita-cita kontribusi yang mencakup tingkat lokal, nasional, hingga global.
![]()



You are so awesome! I don’t suppose I have read through
anything like this before. So great too find another person wuth a
feew original thoughts on tis subject matter. Really..
thanks for stating this up. This web site is
somethig that is needed on the internet, someone with a little originality!
auroravpn