Auditorium Ummuna, 09 Desember 2025 — Acara Tasyakuran Penamatan Mutakharrijin dan Mutakhorijat yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa (IPMA) Sulawesi Barat berlangsung khidmat dan penuh makna pada Selasa malam. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para santri dan mahasiswa yang telah menuntaskan pendidikan di tingkat Ma’had maupun perguruan tinggi.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh ulama, pembina organisasi, serta perwakilan organisasi mahasiswa dari berbagai daerah. Hadir di antaranya Abah Prof. Dr. TGH Fahrurrozi Dahlan, QH., MA, TGH Adnan Muharis, QH., LC, Dr. TGH Muhammad Khairi Yasri, QH., MPd.I, Abdul Latif Syukriel Isnain, QH., M.Ag selaku Pembina IPMA Sulbar, serta TGH H. Rahmatullah, QH., Assaulathy.
Selain itu, perwakilan dari IPNW berbagai cabang, HMI Komisariat Nurcholish Madjid, UKM, UKP, IMM Lombok Timur, serta berbagai unsur ORMAWA turut hadir memberikan dukungan dan doa restu kepada para mutakharrijin.
Dalam sambutannya, para tokoh memberikan wejangan, pesan moral, dan wasiat keilmuan. Salah satu pesan paling berkesan datang dari Dr. TGH Muhammad Khairi Yasri, QH., MPd.I, yang menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, ketulusan, dan semangat perjuangan setelah menyelesaikan studi.
“Wahai Mutakhorijin dan Mutakhorijat. Kini Ma’had dan kuliah sudah tamat. Mari bangkitkan jiwa dan semangat. Barokah tak dapat dibeli dengan emas intan sebesar Rinjani. Barokah adalah rahasia Ilahi, diberikan kepada insan yang berhati murni. Ikhlas, lugu, dan tuluslah dalam setiap langkah,” ujarnya dalam petikan pesan penuh makna.
“Amalkan dan pegang pesan menuju keselamatan dunia dan akhirat. Hadapi perjuangan dengan semangat, majukan umat dengan modal mengaji dan rajin salat,” lanjutnya memberikan motivasi.
Kehadiran mutakharrijin dan mutakhorijat dari Sulawesi Barat menjadi sorotan tersendiri. Mereka hadir sebagai generasi yang telah ditempa dalam dunia pesantren dan perguruan tinggi, kini bersiap melangkah ke fase pengabdian yang lebih luas.
Acara berlangsung hangat dan penuh haru, ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk pengharapan agar para lulusan diberikan keberkahan ilmu dan kemudahan dalam menghadapi perjalanan masa depan.
Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan tampak jelas dari antusiasme para peserta, para tokoh, dan seluruh organisasi yang hadir.
Tasyakuran penamatan ini diharapkan menjadi dorongan spiritual dan moral bagi seluruh mutakharrijin dan mutakhorijat untuk terus berbakti, mengabdi, serta menjaga nilai-nilai yang telah diajarkan selama menuntut ilmu.
baca juga :Pengajian Akbar Ponpes Nurul Huda NW Sembalun: Gubernur NTB Hadiri HUT ke-29
![]()


