Meritokrasi NTB mendapat dukungan dari Nahdlatul Wathan yang menilai kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam pengangkatan pejabat telah berjalan secara transparan, terbuka, dan berbasis kompetensi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Lalu Gede Muhammad Zainuddin Atsani, dalam keterangannya kepada media. Ia mengapresiasi langkah Lalu Muhammad Iqbal yang dinilai konsisten menerapkan sistem meritokrasi dalam tata kelola birokrasi.
Menurutnya, mekanisme meritokrasi memberikan peluang yang adil bagi seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan pengalaman.
“Betul-betul dilakukan secara transparan, terbuka, dan kompetitif. Mekanisme meritokrasi ini sangat bagus karena memberi kesempatan kepada semua pihak untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penerapan meritokrasi menjadi langkah penting dalam memastikan birokrasi di NTB diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki integritas serta visi pembangunan jangka panjang.
Lebih lanjut, pihaknya juga menyampaikan selamat kepada para pejabat Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) dan kepala dinas yang baru dilantik. Ia berharap para pejabat tersebut dapat menjalankan tugas dengan baik serta mampu bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Selain itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya jamaah Nahdlatul Wathan, untuk terus menjaga kekompakan serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam membangun daerah.
“Mari kita kedepankan persatuan dan semangat gotong royong. Kita bangun NTB dengan ide, gagasan, dan kerja-kerja konstruktif, serta tetap saling mengingatkan jika ada kebijakan yang menyangkut kepentingan publik,” tegasnya.
Dengan dukungan terhadap meritokrasi NTB, diharapkan tata kelola pemerintahan semakin profesional dan mampu memberikan pelayanan maksimal di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
baca juga: Panitia MAKA I PC IPNW Praya Timur Resmi Terbentuk, Siap Sukseskan Kaderisasi
![]()


