
Doc. UNW MATARAM
Nahwa Media-Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram menjalani asesmen lapangan (AL) Kementerian Agama Republik Indonesia untuk pembukaan Program Pascasarjana Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) dan Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI), Rabu (31/12/2025) di Mataram. Asesmen ini merupakan bagian dari upaya penguatan tridarma perguruan tinggi dan peningkatan mutu kelembagaan.
Rektor UNW Mataram, Lalu Gede Syamsul Mujahidin, menegaskan pembukaan program magister menjadi tonggak penting bagi UNW Mataram. “UNW Mataram sudah berdiri 38 tahun, namun belum memiliki program magister. Maka pembukaan Pascasarjana ini menjadi program utama kepemimpinan saya. Tim bekerja maksimal, dan Alhamdulillah Magister PAI dan HKI UNW Mataram telah menjalani asesmen lapangan oleh para profesor utusan Dirjen Diktis,” tegasnya.
baca juga: UNW Mataram Resmi Buka Program Magister PAI dan HKI
la menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama dan para asesor atas pendampingan dan kepercayaan yang diberikan. “Rekomendasi Magister PAI dan HKI UNW Mataram menjadi harapan besar sivitas akademika UNW Mataram dan seluruh jamaah Nahdlatul Wathan,” pungkasnya.
Memasuki tahun 2025, UNW Mataram mengelola sembilan fakultas dengan 25 program studi, dengan 21 program studi telah memiliki izin Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Akreditasi program studi berada pada peringkat Unggul, Baik Sekali, dan Baik, sementara Akreditasi Institusi UNW Mataram berpredikat Baik Sekali.
“Tahun 2025 ini kami mengikhtiarkan pembukaan Program Pascasarjana Magister Pendidikan Agama Islam (S2 PAI) dan Magister Hukum Keluarga Islam (S2 HKI), di samping sejumlah program Sarjana dan Sarjana Terapan yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Rektor menunjuk Tim Penyusunan Borang Usulan Program Studi Baru UNW Mataram Tahun 2025 yang diketuai Dr. H. M. Mugni Sn., M.Pd., M.Kom. la menyatakan pengusulan disiapkan secara sistematis dan berorientasi mutu.
“Sejak awal kami menyiapkan borang dengan pendekatan kualitas, bukan sekadar administratif. Tim bekerja terprogram, termonitor, dan dievaluasi secara berkala, serta intens berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Kemendikti Saintek,” jelasnya.
baca juga: PW HIMMAH NW Jawa Barat Gelar Diskursus Kebangsaan, Bedah Risiko dan Peluang Ekonomi Indonesia 2026
![]()


