
Nahwa media-Perang Topat KEN 2026 dipastikan tidak lolos dalam kurasi Karisma Event Nusantara (KEN) yang dirilis Kementerian Pariwisata pada 23 Januari 2026. Ritual adat tahunan yang digelar di Pura Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat itu sebelumnya pernah masuk daftar KEN dan meraih penghargaan tingkat nasional.
Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menyatakan kekecewaannya atas kegagalan tersebut. Ia menilai, kegagalan ini menjadi perhatian serius karena Perang Topat sebelumnya pernah lolos KEN selama beberapa tahun berturut-turut.
“Nanti saya akan panggil Kepala Dinas Pariwisata. Sampai sekarang belum ada laporan resmi,” tegas LAZ, Kamis (29/1/2026).
Ia menyebut kegagalan Perang Topat KEN 2026 diduga terjadi pada tahap wawancara dan verifikasi teknis oleh tim kurator pusat. Persiapan yang dinilai kurang matang serta lemahnya pemaparan terhadap poin-poin krusial disebut memengaruhi nilai akhir.
Selain itu, pengelolaan sampah selama pelaksanaan event juga menjadi catatan penting. Kementerian Pariwisata kini menerapkan standar keberlanjutan yang ketat, termasuk aspek pengelolaan limbah sebagai salah satu indikator kelulusan event nasional.
Bupati LAZ menegaskan, hasil evaluasi tersebut akan dimasukkan dalam penilaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pariwisata Lombok Barat. Ia berencana menerapkan kontrak kinerja berbasis target terukur, seperti jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal wisatawan.
“Ke depan, kontrak kinerja akan disusun secara jelas dan terperinci. Kinerja menjadi indikator utama,” ujarnya.
Dari delapan event yang diusulkan Provinsi NTB, hanya empat yang berhasil lolos KEN 2026, yakni Festival Rimpu Mantika (Kota Bima), Alunan Budaya Desa Pringgasela (Lombok Timur), serta Gili Festival dan Maulud Adat Bayan (Lombok Utara).
Pemkab Lombok Barat optimistis, melalui evaluasi menyeluruh dan perbaikan tata kelola pariwisata, Perang Topat dapat kembali masuk dalam daftar event nasional bergengsi pada periode mendatang.
![]()


