Ketimpangan infrastruktur Universitas Mataram menjadi isu yang semakin relevan untuk dibahas dalam konteks pengelolaan pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat. Sebagai institusi pendidikan negeri utama, Universitas Mataram memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan ekosistem akademik yang kondusif dan berimbang antara pembangunan fisik dan kebutuhan pembelajaran.
Dalam beberapa waktu terakhir, muncul indikasi adanya ketimpangan antara pembangunan infrastruktur fisik kampus dan pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa di ruang kelas. Di balik pembangunan sejumlah fasilitas baru, masih ditemukan persoalan yang jarang terlihat oleh publik, seperti kondisi Air Conditioner (AC), kualitas pelayanan, serta optimalisasi penggunaan fasilitas kampus.
Secara pedagogis, lingkungan fisik kelas memiliki keterkaitan erat dengan efektivitas pembelajaran. Fasilitas seperti AC tidak lagi dapat dipandang sebagai kemewahan, melainkan bagian dari kebutuhan penunjang proses belajar mengajar. Ketika fasilitas tersebut tidak berfungsi dalam jangka waktu tertentu, hal ini berpotensi memengaruhi kenyamanan serta konsentrasi mahasiswa dalam menerima materi perkuliahan.
Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan prioritas pada pembangunan atau renovasi fasilitas yang bersifat administratif dan publik, seperti gedung rektorat atau area yang mudah terlihat. Sementara itu, beberapa ruang kelas di fakultas masih menghadapi keterbatasan fasilitas yang berdampak langsung pada proses belajar.
Dalam kajian manajemen pendidikan, kondisi seperti ini sering dikaitkan dengan konsep fasadisme, yaitu kecenderungan menekankan tampilan luar institusi dibandingkan fungsi utamanya sebagai ruang pendidikan. Jika tidak dikelola secara seimbang, ketimpangan infrastruktur Universitas Mataram dapat memengaruhi kualitas pengalaman akademik mahasiswa.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas penentuan prioritas anggaran. Di satu sisi, pembangunan infrastruktur penting untuk mendukung citra dan perkembangan institusi. Namun, di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar mahasiswa sebagai pengguna utama layanan pendidikan perlu menjadi perhatian utama dalam kebijakan kampus.
Penulis: Maulana(Mahasiswa Universitas Mataram)
Editor: Irna Damayanti
![]()


