
Nahwa Media-Pendidikan kebangsaan generasi muda terus diperkuat melalui berbagai kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di sejumlah daerah. Upaya ini dilakukan sebagai respons atas tantangan ideologi, disrupsi informasi, serta menurunnya literasi kebangsaan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Salah satu kegiatan edukasi kebangsaan tersebut digelar melalui forum dialog publik yang membahas penguatan 4 Pilar Kebangsaan, meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, serta komunitas masyarakat sebagai bagian dari strategi pembumian nilai ideologi bangsa.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber menekankan bahwa pendidikan kebangsaan generasi muda tidak hanya sebatas hafalan konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap toleransi, tanggung jawab sosial, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Menurut penyelenggara, pendekatan dialogis dan partisipatif dinilai efektif untuk membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap pentingnya ideologi Pancasila sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
“Kegiatan ini bertujuan membangun karakter kebangsaan yang kuat, sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai bangsa,” ujarnya.
Program sosialisasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ruang pendidikan nonformal sebagai pelengkap pembelajaran di sekolah dan kampus, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga persatuan nasional.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, pendidikan kebangsaan generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi wacana normatif, tetapi tumbuh sebagai kesadaran kolektif dalam kehidupan sosial, budaya, dan politik masyarakat Indonesia.
baca juga: Perkuat Tradisi Ilmiah, Rektor IAIH NW Lotim Uji Disertasi Doktor di UIN Mataram
![]()


