Pengelolaan sampah di Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, dinilai belum berjalan maksimal. Sejumlah persoalan seperti kerusakan fasilitas hingga keterlambatan gaji petugas kebersihan disebut menjadi faktor yang memengaruhi tidak optimalnya sistem tata kelola sampah di desa tersebut.
Pemuda Independen Suralaga menyampaikan masukan kepada pemerintah desa agar segera melakukan pembenahan menyeluruh. Mereka menilai, persoalan sampah bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga menyangkut manajemen, perencanaan, dan perhatian terhadap kesejahteraan petugas. “Kami melihat ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki bersama, terutama dari sisi fasilitas dan sistem pengelolaan yang belum maksimal,” ujar salah satu perwakilan pemuda.
Salah satu kendala utama yang disoroti adalah kerusakan mobil pengangkut sampah yang hingga kini belum tertangani secara optimal. Akibatnya, proses pengangkutan sampah dari lingkungan warga menjadi terhambat dan berdampak pada penumpukan di sejumlah titik. Selain itu, keterlambatan pembayaran gaji petugas kebersihan turut memengaruhi kinerja di lapangan.
Seorang petugas kebersihan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut cukup berat bagi mereka. “Kami tetap bekerja semampunya, tapi memang ada kendala. Mobil angkut sering rusak, dan gaji juga belum dibayar tepat waktu. Harapannya ke depan bisa lebih diperhatikan,” ujarnya.
Pemuda Independen Suralaga menegaskan bahwa masukan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan pelayanan publik di desa. Mereka berharap pemerintah desa dapat merespons secara terbuka dan segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan fasilitas, penataan sistem, maupun peningkatan kesejahteraan petugas, agar pengelolaan sampah di Suralaga dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
![]()


