Nahwa Media-Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII menjadi sorotan dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 LLDIKTI Wilayah VIII. Dua aktivis pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyampaikan surat terbuka sebagai bentuk kepedulian terhadap penguatan tata kelola pendidikan tinggi di wilayah tersebut.
Mataram, 2026-Bertepatan dengan peringatan HUT ke-44, kedua aktivis tersebut menyampaikan “Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII” yang berisi aspirasi serta rekomendasi konstruktif. Fokus utama surat tersebut adalah pengelolaan Program KIP Kuliah dan efektivitas Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di perguruan tinggi.
Dalam suratnya, mereka menegaskan bahwa di usia ke-44, LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan semakin memperkuat fungsi pembinaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap perguruan tinggi di wilayah Bali dan NTB.
“Kami menulis sebagai bentuk cinta terhadap pendidikan tinggi di NTB. Cinta yang mendorong penguatan integritas, akuntabilitas, dan perlindungan mahasiswa,” tulis mereka dalam Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII tersebut.
Sorotan terhadap KIP Kuliah
Terkait KIP Kuliah, kedua aktivis menilai program ini merupakan instrumen strategis negara untuk memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Namun, mereka menekankan pentingnya pengawasan berbasis data, evaluasi berkala, serta optimalisasi mekanisme pengaduan mahasiswa.
Menurut mereka, kepercayaan publik terhadap KIP Kuliah harus dijaga melalui sistem yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Kepercayaan publik terhadap KIP Kuliah harus dijaga melalui sistem yang akuntabel dan terbuka,” tulis mereka.
Evaluasi Efektivitas Satgas PPKS
Selain KIP Kuliah, Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII juga menyoroti pentingnya penguatan Satgas PPKS di perguruan tinggi. Mengacu pada regulasi nasional yang mewajibkan pembentukan satgas tersebut, mereka mendorong agar keberadaannya tidak berhenti pada aspek administratif semata.
Evaluasi berkala terhadap kapasitas anggota, independensi kelembagaan, serta mekanisme perlindungan pelapor dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan perlindungan mahasiswa berjalan secara substantif.
Momentum Refleksi HUT ke-44
Melalui Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII ini, kedua aktivis menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan bukan untuk menyudutkan institusi tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian konstruktif terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi di NTB.
Momentum HUT ke-44 LLDIKTI Wilayah VIII diharapkan menjadi refleksi bersama dalam memperkuat integritas, transparansi, dan kualitas tata kelola pendidikan tinggi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat.Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak LLDIKTI Wilayah VIII terkait Surat Cinta LLDIKTI Wilayah VIII yang disampaikan kedua aktivis tersebut.
![]()


