
LOMBOK TENGAH —Transformasi Santri di Era Digital menjadi bagian penting dalam menghadapi pesatnya perkembangan media digital dan kreatif. Puluhan santri mengikuti Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) yang diselenggarakan oleh komunitas Santri Jurnalis di Pondok Pesantren Al-Mansyururiyah NW Aik Bukak, Lombok Tengah. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 28–30 Agustus 2026.
Kegiatan secara resmi dibuka pada Jumat (28/8/2026) oleh Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur, Ir. H. Moh. Edwin Hadiwijaya, M.M., yang hadir memberikan dukungan penuh atas inisiatif peningkatan kapasitas literasi dan karya kreatif para santri.
Dalam sambutannya, Wabup Edwin Hadiwijaya menekankan pentingnya peran santri dalam menyebarkan informasi yang akurat dan edukatif melalui berbagai platform media modern, termasuk media audiovisual dan perfilman.
“Para santri harus mampu tampil di barisan depan dalam menyampaikan pesan-pesan yang membangun dan mengedukasi masyarakat. Melalui PJTD ini, saya berharap lahir para santri jurnalis dan kreator yang kritis, cakap memanfaatkan teknologi, serta tetap memegang teguh nilai-nilai etika,” ujar Edwin di hadapan para peserta.
Pelatihan intensif ini membekali peserta dengan kurikulum komprehensif yang memadukan teknik jurnalistik, media digital, hingga audio-visual dan pefilman. Adapun materi yang dipelajari para santri meliputi: Orientasi Santri Jurnalis, Pemetaan Isu Publik dan Penentuan Angle Liputan, Dasar-Dasar Jurnalistik, Teknik Menulis Berita, Teknik Observasi dan Wawancara, Foto, Videografi, Pefilman, dan Mobile Journalism (MoJo), Desain Grafis untuk Media, Literasi Digital dan Verifikasi Informasi, Produksi Konten Digital, Praktik Liputan Terpadu (Mini Newsroom).
Melalui perpaduan materi jurnalistik dan dasar-dasar pefilman serta mobile journalism, para peserta tidak hanya diajarkan cara mengejar dan menulis berita, tetapi juga memproduksi video dokumenter pendek, konten visual kreatif, hingga simulasi redaksi media (mini newsroom).
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pengasuh Ponpes Al-Mansyururiyah NW Aik Bukak, pengurus Santri Jurnalis, serta praktisi media dan perfilman selaku pemateri. PJTD ini diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya karya-karya jurnalistik dan sinematik yang informatif serta menginspirasi dari kalangan pesantren.
![]()


