
foto: Kh. Cholis Nafis
Nahwa Media_MUI minta Indonesia mundur dari Board of Peace
Jakarta — Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Indonesia menarik diri dari Board of Peace, sebuah dewan perdamaian internasional yang digagas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. MUI menilai keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut tidak mencerminkan sikap keberpihakan terhadap perjuangan Palestina.
Permintaan itu disampaikan MUI merespons komposisi keanggotaan Board of Peace yang dinilai timpang. Dewan tersebut melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sementara perwakilan Palestina tidak dilibatkan sebagai anggota.
Menurut MUI, kondisi itu bertentangan dengan prinsip keadilan dan semangat perdamaian yang selama ini diperjuangkan Indonesia dalam politik luar negerinya. Keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut dikhawatirkan justru memberi legitimasi terhadap agenda yang tidak seimbang dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
MUI menegaskan, posisi Indonesia selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, MUI meminta pemerintah berhati-hati dalam berpartisipasi pada forum-forum internasional yang berpotensi melemahkan sikap politik tersebut.
Selain itu, MUI menilai proses perdamaian yang tidak melibatkan pihak Palestina secara setara hanya akan memperpanjang konflik dan menjauh dari solusi yang adil dan berkelanjutan. “Perdamaian tidak mungkin terwujud jika salah satu pihak yang menjadi korban justru tidak dilibatkan,” demikian pandangan MUI.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan MUI tersebut.
baca juga:Trump tak butuh hukum internasional: Pandangan Presiden AS soal Kekuasaan Global
![]()


