Politik

Demonstrasi Anti Trump Membludak, Jutaan Massa Turun ke Jalan di AS dan Eropa

1 Mins read

Demonstrasi Anti Trump terjadi secara besar-besaran di berbagai wilayah Amerika Serikat pada Sabtu (28/3/2026). Ribuan hingga jutaan massa turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Presiden Donald Trump yang dinilai semakin otoriter.

Tujuannya, tulis The Daily Star, untuk memprotes Presiden Donald Trump, melampiaskan kemarahan mereka atas apa yang mereka anggap sebagai gaya pemerintahan otoriter, kebijakan imigrasi garis keras, dan perang dengan Iran.

Associated Press melaporkan, ribuan orang berdemonstrasi menentang perang di Iran dan tindakan Presiden Donald Trump dalam aksi unjuk rasa “No Kings” di seluruh AS dan Eropa.

Penyelenggara di AS memperkirakan bahwa dua putaran pertama demonstrasi “No Kings” menarik lebih dari 5 juta orang pada bulan Juni dan 7 juta orang pada bulan Oktober. Mereka mengharapkan 9 juta peserta pada hari Sabtu, meskipun tidak jelas apakah harapan tersebut terpenuhi.

Acara utama Minnesota digelar di halaman Gedung Capitol di St. Paul menghadirkan penyanyi Bruce Springsteen sebagai penampil utama. Sebelum Springsteen naik panggung, panitia memutar video di mana aktor kawakan Robert DeNiro mengatakan bahwa ia bangun setiap pagi dengan perasaan depresi karena Trump, tetapi merasa lebih bahagia pada hari Sabtu karena jutaan orang berdemonstrasi.

Menurut Ezra Levin, salah satu direktur eksekutif Indivisible yang memimpin kegiatan tersebut, demonstrasi juga diadakan di lebih dari selusin negara lain.

Di Roma, ribuan orang berpawai sambil meneriakkan slogan-slogan yang ditujukan kepada Perdana Menteri Giorgia Meloni, yang pemerintahan konservatifnya mengalami kegagalan besar dalam referendum untuk merampingkan sistem peradilan Italia pekan ini. Para pengunjuk rasa juga mengibarkan spanduk yang memprotes serangan Israel dan AS terhadap Iran.

Di London, para demonstran membentangkan spanduk dengan slogan-slogan seperti “Hentikan sayap kanan ekstrem” dan “Lawan rasisme.”

Dan di Paris, beberapa ratus orang, sebagian besar warga Amerika yang tinggal di Prancis, bersama dengan serikat pekerja dan organisasi hak asasi manusia, berkumpul di Bastille.

“Saya memprotes semua perang ilegal, tidak bermoral, sembrono, dan tidak becus yang dilancarkan Trump,” kata penyelenggara Ada Shen.

Related posts
NasionalPolitik

Pengangkatan SPPI Menjadi PPPK Dikaji PKSN NTB, Diduga Langgar Hukum Administrasi

3 Mins read
Pengangkatan SPPI Menjadi PPPK Dikaji PKSN NTB, Diduga Langgar Hukum Administrasi Mataram,- Direktur Pelaksana Pemantau Kebijakan Strategis Nasional (PKSN) Regional Nusa Tenggara…
PolitikInternasional

HMI Cabang Selong Angkat Sikap Terkait Konflik Iran-Amerika Serikat

1 Mins read
Lombok Timur — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong menyampaikan sikap atas meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang terjadi di…
Politik

Kolaborasi Strategis KAMMI PD Mataram dan DPRD Kota Mataram : Suara Mahasiswa Masuk Ruang Kebijakan

1 Mins read
Nahwa Media– KAMMI PD Mataram melakukan audiensi dan dialog strategis bersama DPRD Kota Mataram sebagai bagian dari komitmen mendorong partisipasi aktif generasi muda…
Berlangganan dengan kami NAHWA MEDIA

Dapatkan Informasi Ter Update Bila Anda Belangganan Dengan Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *