
Nehayati sebagai peraih Anugerah Hamzanwadi 2025. (kanan baju coklat)
Nahwa Media-Anugerah Hamzanwadi 2025 menjadi momentum penting dalam meneguhkan kesadaran berpikir generasi muda Nahdlatul Wathan sebagai fondasi membangun bangsa yang berakar pada nilai dan peka terhadap realitas sosial. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (PW HIMMAH NW) Provinsi Jawa Barat, Muhammad Tarmizi Thohir, dalam rangkaian penutupan kegiatan Anugerah Hamzanwadi 2025.
Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di Kedai Inspirasi, Lombok Timur, dan menetapkan Nehayati, delegasi dari Pimpinan Komisariat HIMMAH NW MDQH NW Anjani, sebagai peraih Anugerah Hamzanwadi 2025.
Anugerah Hamzanwadi 2025 merupakan bagian dari rangkaian Sayembara Ide “Pemikiran Hamzanwadi sebagai Solusi untuk Bangsa” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025. Berbeda dari seremoni penutupan kegiatan pada umumnya, penyerahan penghargaan kepada peraih dilaksanakan pada waktu tersendiri sebagai bentuk penghormatan khusus terhadap capaian intelektual dan nilai pemikiran yang dihadirkan.
Dalam keterangannya, Muhammad Tarmizi Thohir menegaskan bahwa Anugerah Hamzanwadi bukan sekadar apresiasi simbolik, melainkan penanda arah gerakan intelektual HIMMAH NW ke depan.
“Kita tidak sedang mencari siapa yang paling pandai berbicara, tetapi siapa yang paling jujur dan sadar dalam berpikir. Pemikiran Hamzanwadi mengajarkan kita untuk memikul tanggung jawab atas setiap gagasan yang kita lahirkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sayembara ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi berpikir kader Nahdlatul Wathan melalui empat fokus utama, yakni Pemuda, Perempuan, Pendidikan, dan Ekonomi, sebagai ruang aktualisasi gagasan yang kontekstual dan solutif bagi persoalan bangsa.
Lebih lanjut, Muhammad Tarmizi Thohir mengapresiasi Nehayati yang dinilai mampu menghadirkan gagasan reflektif dan membumi, sekaligus merepresentasikan semangat talamizatul uqala’, yakni murid-murid yang berpikir, sadar nilai, dan berani bertanggung jawab atas pemikirannya.
“Penghargaan ini bukan puncak, melainkan pintu awal. Kami berharap para peraih tidak berhenti menulis dan berpikir, tetapi terus hadir sebagai suara yang jernih di tengah kegaduhan zaman,” tambahnya.
Sebagai bentuk penghargaan, Nehayati menerima Plakat Anugerah Hamzanwadi 2025, Piagam Penghargaan Peraih Anugerah Hamzanwadi, serta uang pembinaan. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Komisariat HIMMAH NW MDQH NW Anjani juga menerima Piagam Penghargaan Komisariat Delegasi Peraih Anugerah Hamzanwadi 2025 sebagai pengakuan atas peran komisariat dalam membangun iklim kaderisasi yang berorientasi pada nilai dan kesadaran intelektual.
Menutup pernyataannya, Muhammad Tarmizi Thohir menegaskan komitmen PW HIMMAH NW Jawa Barat untuk terus menjadikan organisasi sebagai ruang tumbuhnya pemikiran, kesadaran, dan keberanian moral.
“Organisasi ini harus melahirkan pemikir, bukan sekadar pengikut. Dari Hamzanwadi, kita belajar bahwa berpikir adalah jalan sunyi yang menentukan arah masa depan,” pungkasnya.
baca juga: Dialog Wawasan Kebangsaan DEMA UNW Mataram Teguhkan Komitmen Mahasiswa Jaga Nilai Kebangsaan
![]()


