Pulau Sumatra kembali diterpa bencana besar sejak akhir November 2025. Curah hujan ekstrem disertai angin kencang telah memicu rangkaian bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, hingga angin puting beliung yang melanda sejumlah wilayah di provinsi Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Dampaknya sangat luas — ribuan rumah terendam, infrastruktur rusak, dan akses ke banyak desa terputus.
Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas akibat bencana ini telah mencapai 303 orang per 29 November 2025. Belasan hingga puluhan puluh lainnya dilaporkan hilang dan ratusan orang luka-luka.
Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah terdampak paling parah. Ribuan kejadian bencana tercatat di sana, mulai dari banjir, longsor, hingga pohon tumbang dan angin puting beliung. Sebanyak 116 korban jiwa telah dikonfirmasi di Sumut, ditambah puluhan masih hilang. Infrastruktur seperti jalan dan jembatan banyak yang rusak atau tertimbun material longsor, sehingga mempersulit evakuasi dan distribusi bantuan.
Di provinsi Aceh dan Sumatera Barat pun dampaknya tak kalah brutal. Di Aceh tercatat puluhan warga tewas serta banyak yang hilang, sementara di Sumatera Barat ratusan rumah dan fasilitas publik rusak parah — terutama di kabupaten yang terdampak longsor dan banjir bandang. Kerusakan ini membuat banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi.
Situasi di lapangan membuat proses penanganan darurat berjalan sangat sulit. Banyak daerah terisolasi akibat jembatan dan jalan utama putus atau tertimbun longsor. Untuk mempercepat tanggap darurat, pemerintah mengerahkan berbagai unsur, termasuk TNI–Polri, helikopter, tim SAR, serta logistik darurat ke wilayah terdampak.
Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi pun telah menetapkan status darurat di beberapa wilayah terdampak, sementara evakuasi massal dan penyaluran bantuan terus dilakukan. Warga yang selamat dipusatkan di pengungsian darurat, sedangkan upaya pemulihan mulai dipersiapkan — termasuk perbaikan infrastruktur, distribusi kebutuhan pokok, dan layanan kesehatan serta komunikasi bagi korban.
![]()


