OpiniSosial

Di Balik Kekerasan : Bahaya Normalisasi Victim Blaming

1 Mins read

Di Balik Kekerasan : Bahaya Normalisasi Victim Blaming

Mustika Rosyida (Kabid Pemberdayaan Perempuan HMI Nurcholish Madjid Selong)

Nahwa Media-Peristiwa kekerasan yang menimpa seorang mahasiswi di UIN Sultan Syarif Kasim Riau bukan hanya tragedi bagi korban, tetapi juga cermin bagi kesadaran moral kita sebagai masyarakat. Tragedi itu tidak berhenti pada tindakan kekerasan yang terjadi, melainkan berlanjut pada cara sebagian orang memaknainya.

Alih-alih menaruh fokus pada tindakan kekerasan yang jelas melanggar nilai kemanusiaan, sebagian narasi justru bergeser pada upaya mencari kesalahan korban. Logika seperti ini bukan hanya keliru, tetapi juga berbahaya. Ketika kekerasan dipahami sebagai konsekuensi dari sikap korban, maka secara tidak langsung kita sedang mereproduksi cara pandang yang memindahkan tanggung jawab dari pelaku kepada korban.

Dalam psikologi sosial, fenomena ini dikenal sebagai victim blaming, yaitu kecenderungan menyalahkan korban atas peristiwa buruk yang menimpanya dengan asumsi bahwa korban “pasti melakukan sesuatu yang menyebabkan kejadian itu terjadi.” Konsep ini juga sering dikaitkan dengan Just-World Hypothesis, yaitu keyakinan bahwa dunia pada dasarnya adil, sehingga seseorang yang mengalami hal buruk pasti melakukan kesalahan sebelumnya.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menggeser cara pandang dalam merespons kasus-kasus kekerasan. Fokus utama seharusnya diarahkan pada tindakan pelaku dan pada upaya membangun kesadaran kolektif bahwa kekerasan tidak pernah memiliki legitimasi moral, apa pun alasan yang dikemukakan.

Masyarakat perlu menyadari bahwa tidak ada perilaku korban yang dapat dijadikan legitimasi bagi tindakan kekerasan. Penolakan bukanlah penghinaan, dan kekecewaan bukanlah alasan untuk melukai orang lain. Kekerasan selalu merupakan pilihan pelaku, dan karena itu tanggung jawab moral sepenuhnya berada pada pelaku.

Oleh : Mustika Rosyida (Kabid Pemberdayaan Perempuan HMI Nurcholish Madjid Selong)

baca juga: Gerakan 73.000 Takjil Gratis LAZAH NW Semarakkan Momentum Ramadan dan Hultah ke-73 NW

Related posts
SantriSosialUncategorized

Transformasi Santri di Era Digital: Wabup Lombok Timur Buka Pelatihan Jurnalistik Dasar di Ponpes Al-Mansyururiyah NW Aik Bukak

1 Mins read
LOMBOK TENGAH —Transformasi Santri di Era Digital menjadi bagian penting dalam menghadapi pesatnya perkembangan media digital dan kreatif. Puluhan santri mengikuti Pelatihan…
LocalSosial

FAKTA Mobile Legends Tournament Season 1 Sukses Digelar di Lombok Tengah

1 Mins read
LOMBOK TENGAH — FAKTA Cafe Praya resmi menggelar turnamen esports bertajuk FAKTA Mobile Legends Tournament Season 1: The Beginning di FAKTA Cafe…
LocalSosial

IAI Hamzanwadi Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Sade

1 Mins read
LOMBOK TENGAH — Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi NW Lombok Timur menyerahkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran hebat yang melanda Desa Adat…
Berlangganan dengan kami NAHWA MEDIA

Dapatkan Informasi Ter Update Bila Anda Belangganan Dengan Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *