
Foto: Remaja Geguntur Sedang Pembersihan
Nahwa Media_Remaja Geguntur Bangun Budaya Hijau, Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, puluhan remaja di Lingkungan Geguntur menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana. Melalui gerakan bertajuk “Remaja Peduli, mereka turun langsung ke lapangan mengangkat dan memilah sampah di titik strategis pada Jum’at 13 Februari 2026.
Dalam aksi yang berlangsung selama lebih dari tiga jam tersebut, remaja lingkungan geguntur berhasil mengumpulkan lebih dari 3 Kaisar sampah yang didominasi plastik sekali pakai, botol minuman, serta limbah rumah tangga. Area yang menjadi fokus pembersihan meliputi bantaran sungai, dan ruas jalan utama yang kerap dipenuhi sampah liar.
Muhammad Tamjidulloh ketua umum remaja lingkungan geguntur, mengatakan bahwa inisiatif ini berangkat dari keprihatinan mereka terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.
“Kami sering melihat sampah menumpuk dan akhirnya menyumbat saluran air. Dari situ kami sadar, kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi? Remaja tidak hanya bisa bersuara di media sosial, tapi juga bertindak nyata,” ujarnya.
Aksi tersebut mendapat respons positif dari warga sekitar. Sejumlah masyarakat yang melintas turut membantu proses pengumpulan sampah, sementara pelaku usaha di sekitar lokasi memberikan dukungan logistik berupa air minum dan perlengkapan kebersihan.
Pembina remaja masjid Fahmi Fadil S, Pd. Sebagai Pembina remaja lingkungan geguntur, menyampaikan apresiasi atas inisiatif generasi muda tersebut.
“Partisipasi remaja dalam isu lingkungan adalah sinyal kuat bahwa kesadaran kolektif mulai tumbuh. Gerakan seperti ini bukan hanya berdampak pada kebersihan fisik, tetapi juga membangun budaya tanggung jawab bersama,” katanya.
Menurut data internal remaja, sampah yang terkumpul akan dibawa ke tempat pengelolaan akhir sesuai prosedur.
Tidak hanya memungut sampah, para remaja juga mengedukasi warga mengenai pentingnya pengurangan plastik sekali pakai dan pemilahan sampah dari rumah.
Ketua Remaja Lingkungan Geguntur menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen kawan kawan remaja
“Kami ingin membangun gerakan berkelanjutan, bukan kegiatan seremonial. Harapannya, aksi kecil ini bisa memicu gerakan yang lebih besar dan sistematis,” tuturnya.
Di tengah tantangan pengelolaan sampah nasional, langkah para remaja ini menjadi pengingat bahwa perubahan dapat dimulai dari kepedulian dan konsistensi. Sebab pada akhirnya, menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.
![]()


