Nahwa Media_ Dr. Abd Razak Ketua PWNW Aceh kembali terpilih untuk memimpin Pengurus Wilayah Nahdlatul Wathan (PWNW) Aceh dalam forum musyawarah yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat ukhuwah serta dihadiri oleh Gubernur Aceh yang diwakili Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Teungku. Irwan, S.HI., M.H.
Terpilihnya kembali Dr. Abd. Razak, Lc., M.A. bukan sekadar perpanjangan masa bakti, tetapi juga bentuk kepercayaan kolektif atas kesinambungan visi dan arah perjuangan organisasi. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, tantangan dakwah yang semakin kompleks, serta kebutuhan kaderisasi yang semakin mendesak, PWNW Aceh memilih memperkuat fondasi organisasi dengan kepemimpinan yang berpengalaman.
Dalam sambutannya, Dr. Abd. Razak Ketua PWNW Aceh menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah khidmat, bukan simbol kehormatan.
“Wansyur dan Wahfadz harus menjadi napas perjuangan kita. Kita melestarikan nilai, menjaga warisan ulama, dan pada saat yang sama menyiarkan dakwah dengan hikmah serta memperluas manfaat bagi umat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat konsolidasi internal serta memperluas kerja-kerja sosial dan keagamaan di seluruh pelosok Aceh.
Sekretaris Wilayah PWNW Aceh, Tgk. Faisal Kuba, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi titik tolak pembaruan niat dan penguatan langkah organisasi.
Menurutnya, Wahfadz adalah kesetiaan pada akar perjuangan, sementara Wansyur adalah keberanian menyapa zaman. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Wathan harus hadir sebagai rumah besar dakwah yang teduh, mencerdaskan, dan menyatukan.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW), Dr. TGKH. Zainuddin Atsani, Lc., M.Pd., memberikan apresiasi atas soliditas PWNW Aceh di bawah kepemimpinan Dr. Abd. Razak Ketua PWNW Aceh.
Ia menekankan bahwa Aceh memiliki posisi strategis dalam khazanah keislaman Nusantara.
“Aceh adalah tanah ulama dan tanah perjuangan. Nahdlatul Wathan di Aceh harus menjadi simpul persatuan, penjaga nilai, dan penggerak dakwah yang menyejukkan. Wansyur dan Wahfadz bukan hanya semboyan organisasi, tetapi jalan peradaban,” tegasnya.
Pelantikan yang mengusung tema “Wansyur dan Wahfadz: Meneguhkan Khidmat Nahdlatul Wathan di Tanah Rencong” menjadi simbol komitmen bahwa PWNW Aceh tidak hanya berjalan, tetapi bersiap melangkah lebih tegap dan terarah.
Di bawah kepemimpinan Dr. Abd. Razak Ketua PWNW Aceh, organisasi diharapkan mampu memperkuat tradisi keilmuan, memperluas dakwah yang menyejukkan, serta menghadirkan program nyata yang menyentuh kebutuhan umat.
Momentum ini menjadi penanda bahwa khidmat Nahdlatul Wathan di Aceh bukan sekadar gema sesaat, melainkan ikhtiar panjang yang dirawat dengan kesetiaan, diteguhkan dengan kebersamaan, dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
![]()


