KATANYA SMART CITY,KENYATAANYA JALAN GELAP GULITA,DINAS PERHUBUNGAN LOMBOK TENGAH KEMANA? APAKAH MENERANGI KANTOR SAJA, LUPA MENERANGI JALAN RAKYAT?

PJU Praya Timur kembali menjadi sorotan warga. Di tengah narasi pembangunan dan konsep smart city, sejumlah ruas jalan di Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, masih minim penerangan dan gelap pada malam hari.
M. Abdul Aziz Zakaria, warga Desa Ganti, Dusun Sepakat, mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Dinas Perhubungan segera menyelesaikan persoalan penerangan jalan di wilayah Praya Timur.
Menurutnya, kondisi jalan yang gelap membuat masyarakat mempertanyakan efektivitas pengadaan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini menjadi bagian dari pembangunan fasilitas publik.
“Katanya smart city, kenyataannya jalan gelap gulita. Dinas Perhubungan Lombok Tengah ke mana? Apakah menerangi kantor saja, lupa menerangi jalan rakyat?” kritik Abdul Aziz.
Ia menilai, keberadaan PJU Praya Timur sangat penting, bukan hanya untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga mendukung keselamatan masyarakat yang beraktivitas pada malam hari.
Di sejumlah titik, penerangan jalan bahkan disebut lebih banyak terbantu oleh lampu dari rumah-rumah warga. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan masih perlunya perhatian serius pemerintah terhadap fasilitas penerangan jalan di wilayah Praya Timur.
Abdul Aziz juga mempertanyakan transparansi anggaran PJU dan pengelolaannya. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran untuk penerangan jalan dialokasikan, termasuk bagaimana proses pengadaan, pemasangan, serta pemeliharaan PJU dilakukan.
“Kalau anggaran PJU setiap tahun tersedia, masyarakat tentu berhak mempertanyakan mengapa masih ada jalan utama di Praya Timur yang gelap,” ujarnya.
Keselamatan Warga Jadi Sorotan
Minimnya penerangan jalan juga dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kejahatan jalanan. Jalan yang gelap membuat visibilitas pengendara berkurang, terutama pada malam hari.
Karena itu, persoalan PJU Praya Timur tidak semestinya hanya dilihat sebagai persoalan infrastruktur, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Abdul Aziz berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau persoalan keamanan yang lebih serius sebelum mengambil tindakan.
Menurutnya, pemerataan fasilitas publik harus menjadi bagian penting dari pembangunan daerah. Jangan sampai pembangunan penerangan hanya terlihat di kawasan tertentu, sementara wilayah lain masih menghadapi persoalan lampu jalan yang belum tertangani.
Tiga Tuntutan Warga
Abdul Aziz menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Dinas Perhubungan.
- Pemkab Lombok Tengah dan Dinas Perhubungan segera melakukan pengecekan jalur Praya Timur serta mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan pemasangan atau perbaikan PJU.
- Pemerintah membuka informasi penggunaan anggaran PJU secara transparan, termasuk program pemasangan dan pemeliharaan penerangan jalan yang telah maupun akan dilaksanakan.
- Melakukan evaluasi terhadap pengadaan dan pemeliharaan PJU, termasuk memastikan pekerjaan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Persoalan PJU Praya Timur diharapkan segera mendapatkan perhatian pemerintah. Warga tidak hanya membutuhkan pembangunan yang terlihat di pusat kota, tetapi juga fasilitas dasar yang menjamin keamanan dan kenyamanan mereka ketika menggunakan jalan pada malam hari.
Kini, masyarakat menunggu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan Dinas Perhubungan untuk menjawab persoalan penerangan jalan di Praya Timur.
![]()


