Sosialisasi UMKM Desa Selelos: Entrepreneur Muda Didorong Bangun Usaha Kreatif dan Berdaya Saing
Sosialisasi UMKM Desa Selelos yang mengangkat tema “Entrepreneur Muda Bangkit: Membangun UMKM Kreatif, Inovatif, dan Berdaya Saing” diselenggarakan oleh tim KKN PKM IAI Hamzanwadi Pancor Dusun Sengaran kembali menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran kewirausahaan di kalangan generasi muda. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026, bertempat di Aula Kantor Desa Desa Selelos, Kecamatan Gangga, dan menjadi ruang temu antara gagasan akademik serta realitas ekonomi masyarakat desa.
Pelaksanaan agenda tersebut bukan sekadar pilihan lokasi administratif, melainkan simbol bahwa kebangkitan UMKM harus dimulai dari akar rumput. Desa yang kerap diposisikan sebagai objek pembangunan dalam forum ini justru ditempatkan sebagai subjek utama transformasi ekonomi. Melalui sosialisasi UMKM Desa Selelos, entrepreneur muda didorong membaca potensi lokal, mulai dari sektor kuliner, kerajinan, hingga produk berbasis sumber daya alam sebagai peluang strategis yang dapat diolah secara kreatif dan inovatif.
Kreativitas sebagai Modal Sosial-Ekonomi
Dalam pemaparan narasumber, Dr. Sazli Rais, M.M., menegaskan bahwa UMKM kreatif tidak lahir dari ruang hampa. Ia bertumbuh dari keberanian mengolah tradisi menjadi produk bernilai tambah. Kreativitas dipahami sebagai kemampuan melakukan reinterpretasi potensi lokal agar relevan dengan kebutuhan pasar modern.
Melalui sosialisasi UMKM Desa Selelos ini, generasi muda diajak membangun mentalitas produktif dengan beralih dari paradigma pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja. Transformasi tersebut menuntut penguasaan literasi digital, penguatan branding, serta pemahaman manajemen usaha berkelanjutan.
Inovasi dan Daya Saing di Era Disrupsi
Diskursus daya saing menjadi fokus penting dalam kegiatan sosialisasi UMKM Desa Selelos. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi pasar, UMKM desa menghadapi tantangan kompleks, namun sekaligus peluang besar apabila dikelola dengan strategi yang tepat.
Forum ini menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha, optimalisasi platform digital, serta penguatan legalitas usaha melalui Nomor Induk Berusaha dan sertifikasi halal. Dengan demikian, daya saing tidak hanya diukur dari kuantitas produksi, tetapi juga kualitas, narasi merek, serta kemampuan membaca tren pasar.
Kebangkitan sebagai Gerakan Kolektif
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, sosialisasi UMKM Desa Selelos menjadi momentum reflektif bahwa kebangkitan entrepreneur muda merupakan gerakan kolektif yang membutuhkan sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat.
Penutup kegiatan menegaskan bahwa membangun UMKM kreatif, inovatif, dan berdaya saing bukanlah proses instan, melainkan perjalanan berkelanjutan yang memerlukan komitmen dan konsistensi. Dari Desa Selelos, pesan optimisme disuarakan bahwa masa depan ekonomi lokal akan ditentukan oleh keberanian generasi mudanya untuk bangkit, berinovasi, dan menjaga identitas lokal di tengah perubahan global.
baca juga: Apel Busuk Program MBG Polda NTB dan Krisis Tanggung Jawab Pelayanan Publik
![]()



