LOMBOK TENGAH – Ketua DPRD Lombok Tengah (Loteng), Lalu Ramdan, bereaksi keras menyikapi dua kasus dugaan kekerasan seksual yang mencoreng dunia pendidikan di wilayah tersebut. Ramdan mendesak agar seluruh pihak terkait segera turun tangan, terutama dalam memberikan pemulihan psikologis bagi para korban.
Dua kasus yang menjadi sorotan adalah dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum ASN Tata Usaha (TU) di salah satu SD di Kecamatan Jonggat, dengan korban diperkirakan mencapai lima siswi. Kasus kedua yang tak kalah memprihatinkan menimpa seorang siswi berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kecamatan Praya Tengah, di mana terduga pelakunya adalah sopir antar jemput siswi tersebut.
Menanggapi tragedi ini, Lalu Ramdan secara tegas meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3A2KB) untuk segera mengintervensi dan memberikan pendampingan psikologis kepada korban.
“Kita minta dinas pendidikan untuk intervensi, kita juga minta DP3A2KB turun tangan nggih, semua kita harus memiliki perhatian ekstra soal hal seperti itu,” tegas Ramdan kepada wartawan pada Kamis, 13 November 2025.
Selain penanganan korban, Ramdan juga menekankan perlunya langkah pencegahan di tingkat akar rumput. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan penuh terhadap anak-anak. Penguatan komunikasi di dalam keluarga dinilai krusial, di mana orang tua harus aktif bertanya tentang kegiatan anak di sekolah, guru, dan teman-teman mereka.
“Harus komunikasi dengan anak tentang sekolah, tentang pelajarannya, tentang bapak dan ibu guru di sekolah, tentang teman-temannya harus terbangun dulu dari hal terkecil di lingkungan keluarga,” pungkasnya.
Sumber : Koran Lombok
![]()


