
Foto bersama crew Nahwa Media dengan para santri dan pelajar Pondok Pesantren AL-Madani Indonesia NW Batu Tangkok, Lombok Timur.(15/01/26)
Nahwa Media–Gema Literasi Nahwa Media kembali menggema sebagai ruang edukasi dan peraktik jurnalistik bagi generasi muda. Kegiatan bertajuk “New Era Jurnalis Muda: Satu Suara, Cahaya Kebenaran” ini diselenggarakan melalui program Gema Literasi, hasil kolaborasi Nahwa Media dengan Pondok Pesantren AL-Madani Indonesia NW Batu Tangkok, Lombok Timur, Pada kamis, 15 Januari 2026.
Kegiatan Gema Literasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah dan sekolah, khususnya literasi digital. Program ini dirancang untuk mendorong kesadaran membaca, menulis, serta berfikir kritis dikalangan santri dan pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan zaman, termasuk penguasaan keterampilan jurnalistik, desain grafis, fotografi, dan videografi.
Kegiatan ini diikuti oleh santri dan santriwati, pelajar madrasah, tenaga pendidik, serta pegiat literasi dari berbagai lembaga pendidikan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal acara, mencerminkan kesiapan generasi muda pesantren dalam menyongsong era literasi digital dan jurnalisme modern.
Dalam pelaksanaanya, Gema Literasi terselenggara atas kolaborasi berbagai pihak, diantaranya Nahwa Media, Fata Institut, dan Komunitas Santri Jurnalis. Sejumlah narasumber muda yang aktif dibidang literasi dan jurnalistik turut dihadirkan, yakni Rianto, L. Riza Nurrohman, dan Muhammad Daden Pratama sebagai pemateri. Diskusi dipandu oleh L. Muhammad Rizki Maulana selaku moderator.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Madani Indonesia NW Batu Tangkok, TGH. Majma’al Bahrain, Q.H., S.Pd., yang menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang literat, berakhlak mulia, serta mampu menjadi penerang dan penyuara kebenaran di tengah masyarakat.
Melalui Gema Literai Nahwa Media, peserta tidak hanya dibekali pemahaman teoritis tetapi juga keterampilan peraktis. Materi yang disampaikan langsung oleh crew Nahwa Media yang berpengalaman di bidangnya.
Menariknya, setelah sesi pemaparan materi, para santri langsung melaksanakan praktik jurnalistik secara langsung. Mereka dibimbing secara intensif dalam proses penulisan berita, pengambilan foto dan video, hingga pengemasan visual konten digital. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkan secara nyata.
Pada akhir kegiatan, panitia memberikan serifikat penghargaan sebagai bentuk apresisasi kepada peserta , dengan kategori satu peserta terinspiratif, dua peserta terbaik, dan dua peserta terkreatif.

Penyerahan sertifikat penghargaan kepada peserta Gema Literasi
Nahwa Media menegaskan bahwa Gema Literasi merupakan ikhtiar untuk melahirkan jurnalis muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, etika jurnalistik, dan keberpihakan pada kebenaran. Literasi dipandang sebagai fondasi utama dalam membangun daya pikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
Dengan terselenggaranya Gema Literasi Nahwa Media, diharapkan lahir satu suara jurnalis muda sebagai cahaya kebenaran yang mampu berdakwah, menyuarakan nilai, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan daerah melalui karya literasi digital
baca juga: Tetaplah Bertahan dalam Ujian Hidup: Belajar Tawakkal dari Kisah Kehidupan
![]()


