KebangsaanKeislamanOpiniSastra

Kesadaran Kader Sebagai Ruh Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Di Tengah Tantangan Zaman

1 Mins read

Kesadaran Kader Sebagai Ruh Perjuangan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Di Tengah Tantangan Zaman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

“Yakin usaha sampai”

Sebelum memulai, saya M. Dala Saputra seorang mahasiswa program studi hukum ekonomi syariah universitas islam negeri Mataram, yang saat ini sebagai kader di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam Negeri Mataram) komisyariat syariah.

Teman-teman kader yang saya cintai dan saya hormati yang ada di komisyariat syariah sebagian besar cabang mataram, kesadaran kader adalah hal penting dalam organisasi terhusus HMI. Tanpa kesadaran kita sebagai kader yang hanya ikut kegiatan tanpa memahami tujuan perjuangan. Dalam himpunan mahasiswa islam, kesadaran kader berarti memahami peran diri sebagai mahasiswa, sebagai umat, dan bagian dari bangsa.

Kader yang sadar tidak hanya datang ke forum atau kegiatan saja. Ia juga mau belajar berdiskusi untuk mengasah diri, dan peduli terhadap masalah yang ada di sekitarnya. Ia tahu bahwa organisasi adalah wadah atau jalan untuk membentuk diri agar lebih baik, lebih berilmu dan bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk lebih bermanfaat bagi masyarakat ketika seorang kader kembali ke wilayahnya.

Teman-teman, dizaman sekarang, tantangan bagi kader semakin besar. Banyak mahasiswa yang lebih sibuk dengan media sosial, popularitas, atau kepentingan pribadi. Kadang organisasi hanya dijadikan tempat mencari teman atau jabatan. Jika hal ini terjadi, maka semangat perjuangan akan hilang.

Karena itu, kesadaran kader harus dibangun. Kader harus ingat bahwa tujuan HMI adalah untuk mencetak insan yang berilmu, beriman, bertanggung jawab terhadap umat dan bangsa. Kesadaran ini bisa tumbuh melalui belajar, aktif diorganisasi, dan terlibat lansung membantu masyarakat.

Kesimpulannya, kesadaran kader adalah jiwa dari perjuangan organisasi. Jika kader memiliki kesadaran, maka organisasi akan hidup dan bermanfaat. Sebaliknya jika kader kehilangan kesadaran, organisasi hanya tinggal nama tanpa makna.

“Yakin usaha sampai”

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Penulis : M. Dala Saputra (Kader HMI Kom Syariah Uin Mataram)

Related posts
AqidahKeislamanOpini

Kecerdasan Nabi Muhammad: Membaca Ulang Mukjizat Aqliyah untuk Peradaban Modern

3 Mins read
Kecerdasan Nabi Muhammad merupakan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW yang relevansinya terus hidup sepanjang zaman. Berbeda dengan mukjizat yang bersifat kauniyah,…
Kebangsaan

Delegasi NTB Asia-Pasifik: Dua Pemuda Wakili Indonesia di Youth Summit Filipina

1 Mins read
Delegasi NTB Asia-Pasifik resmi dilepas untuk mewakili Indonesia dalam ajang internasional bertajuk Violence Ends With Us: Asia-Pacific Youth-Led Summit yang akan digelar…
OpiniPendidikanSosial

Dari Tontonan ke Tuntunan: Saat Agama Dipelajari dari Algoritma

4 Mins read
Nahwa Media– Agama dipelajari dari algoritma kini menjadi fenomena yang semakin nyata di era digital. Pagi ini, sama seperti jutaan orang lainnya,…
Berlangganan dengan kami NAHWA MEDIA

Dapatkan Informasi Ter Update Bila Anda Belangganan Dengan Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *