OpiniSosial

Perempuan Berdaya di Era Digital

3 Mins read

 

Tantangan Perempuan di Era Digital

Ketidakberdayaan sering kali dihubungkan dengan kelemahan seseorang, dan dalam banyak kasus, perempuan menjadi fokus utama. Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan fungsi yang berbeda dalam masyarakat, dan seringkali peran ini tidak setara Ketidaksetaraan ini dapat terlihat dalam lingkungan keluarga, di mana laki-laki lebih diharapkan untuk mengerjakan tugas yang berkaitan dengan teknologi dan keterampilan elektronik, sementara perempuan lebih sering diidentikkan dengan tugas mengasuh, merawat, dan melayani.

Stereotip yang menyatakan bahwa teknologi “hanya untuk laki-laki” menyebabkan kesenjangan digital antara perempuan dan laki-laki. Di negara berkembang, kesenjangan ini sangat terasa, di mana perempuan memiliki akses yang lebih sedikit terhadap teknologi dan internet dibandingkan laki-laki. Tanpa akses yang setara, perempuan tidak dapat berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat yang semakin digital. Hal ini juga  berdampak pada berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk kemampuan untuk menyuarakan pendapat dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Selain itu, maraknya kekerasan berbasis gender di dunia maya menjadi masalah yang semakin serius. Data dari Standing Committee on the Status of Women (2017) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2018) menunjukkan bahwa perempuan sering menjadi sasaran pelecehan, ancaman, perundungan digital, dan penyebaran konten pribadi tanpa izin. Kejadian-kejadian ini memperkuat stereotip bahwa teknologi adalah domain laki-laki, dan perempuan dianggap tidak pantas atau rentan untuk terlibat dalam dunia teknologi.

Salah satu faktor utama yang menghambat pemahaman perempuan tentang teknologi adalah kurangnya pendidikan dan pelatihan. Oleh karena itu, penting untuk memperbarui kurikulum pendidikan agar relevan dengan kebutuhan zaman digital. Pengembangan keterampilan literasi digital, analisis data, dan pemasaran digital menjadi sangat krusial. Dengan keterampilan ini, perempuan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta dan inovator dalam industri teknologi.

Peluang Pemberdayaan Perempuan melalui Teknologi Digital

Di era digital ini, perempuan memiliki peluang besar untuk berdaya saing melalui teknologi. Pendidikan, kesehatan, dan keterampilan lainnya menjadi hal yang penting untuk terus dikembangkan oleh perempuan. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan digital perempuan adalah dengan memanfaatkan berbagai kursus online yang mudah diakses.

Salah satu cara pemberdayaan perempuan melalui teknologi adalah dengan mengembangkan ekonomi digital. Pada tahun 2022, ekonomi digital telah berhasil memberdayakan perempuan dan memainkan peran penting dalam peningkatan kesetaraan gender. Teknologi menjadi pintu baru bagi perempuan untuk mengejar peluang bisnis dengan cara yang berbeda, yaitu melalui cara-cara yang mereka pilih sendiri. Perempuan kini berperan utama dalam kemajuan bisnis modern.

E-commerce adalah salah satu platform yang memberikan kesempatan luas bagi perempuan. Mereka dapat memulai dan mengelola bisnis dari rumah dengan biaya yang relatif rendah. Platform seperti Shopee, Bukalapak, dan Tokopedia memberikan kemudahan dalam memulai bisnis. Selain itu, media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook menjadi alat promosi yang efektif untuk membangun komunitas dan memperluas pasar. Salah satu contoh sukses adalah Dian Pelangi, yang memanfaatkan teknologi untuk menjual fashion dengan ciri khas yang unik dan berwarna-warni.

Masa stereotip bahwa teknologi “hanya untuk laki-laki” kini semakin pudar. Semakin banyak perempuan yang membangun karier mereka menggunakan teknologi, terutama internet. Perempuan kini lebih percaya diri dan unggul di bidang ini, berkat keunikan keterampilan linguistik, interpersonal, dan pemasaran yang mereka miliki. Jika tren ini terus berkembang, pemikiran tradisional yang meremehkan perempuan akan semakin pudar. Perempuan dapat membuktikan keunggulannya dan menyuarakan hakhak mereka, menunjukkan bahwa mereka dapat beradaptasi dengan baik dengan teknologi baru.

Upaya yang Perlu Dilakukan untuk Meningkatkan Pemberdayaan Perempuan

Meski teknologi memberikan banyak peluang, perlindungan terhadap privasi perempuan di dunia digital masih menjadi masalah besar. Pemerintah dan sektor terkait harus bertanggung jawab dalam menyediakan perlindungan yang memadai untuk menutup kesenjangan digital gender yang ada. Perempuan sering menjadi sasaran pelanggaran privasi, seperti penyebaran informasi pribadi tanpa izin, penyalahgunaan gambar pribadi, pemantauan berlebihan, dan penyalahgunaan data oleh platform digital.

Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa menegaskan bahwa hakhak yang dimiliki individu di dunia nyata harus dilindungi secara daring, termasuk kebebasan berekspresi yang berlaku tanpa memandang batas atau media yang dipilih. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji tanggung jawab negara dalam melindungi hak perempuan di ruang siber sesuai dengan hukum internasional.

Perempuan kini memiliki peluang yang sangat besar di sektor teknologi. Banyak sektor yang mulai membuka mata dan memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan diri mereka. Di era digital, dengan kecanggihan teknologi yang ada, perempuan dapat diberdayakan. Kondisi perempuan saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa lalu, di mana mereka berjuang keras untuk mendapatkan hak-hak mereka. Kini, mereka bisa menikmati hasil dari perjuangan tersebut.

Namun, meskipun telah banyak kemajuan, perempuan masih belum sepenuhnya terbiasa berkontribusi di bidang publik, khususnya dalam sektor teknologi, karena sejarah panjang penghilangan perempuan secara sosial-politik. Oleh karena itu, perempuan perlu mengambil posisi lebih aktif dalam masyarakat. Mereka harus bisa menjadi kebanggaan,
dengan memperjuangkan kesetaraan dan keadilan. Emansipasi perempuan akan terus berjalan, dan perempuan Indonesia

penulis: Baiq Fania Ulayya Afiatin

 

Related posts
KeislamanOpiniPendidikan

Memudarnya Ashabiyah dalam Organisasi Mahasiswa Daerah: Refleksi IPNW Kalsel

9 Mins read
Penulis: Aksara Sosial (Muhammad Najib Ali) Editor: Irna Damayanti Memudarnya ashabiyah dalam organisasi mahasiswa daerah kini menjadi isu krusial yang kerap luput…
LocalPendidikanPesantrenSantriSosial

Siapkan Santri Jadi Penggerak Media, Ponpes Ahlussunnah NW Otak Kebon Gelar Workshop Literasi Digital

1 Mins read
Lombok Timur–Pondok Pesantren Ahlussunnah NW Otak Kebon menggelar Workshop Literasi Digital bertema “Transformasi Santri Menjadi Penggerak Media Kreatif” pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan…
AqidahKeislamanOpini

Kecerdasan Nabi Muhammad: Membaca Ulang Mukjizat Aqliyah untuk Peradaban Modern

3 Mins read
Kecerdasan Nabi Muhammad merupakan salah satu mukjizat terbesar Rasulullah SAW yang relevansinya terus hidup sepanjang zaman. Berbeda dengan mukjizat yang bersifat kauniyah,…
Berlangganan dengan kami NAHWA MEDIA

Dapatkan Informasi Ter Update Bila Anda Belangganan Dengan Kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *