
Nahwa Media-Pendidikan Basis Aktivis menjadi langkah strategis Forum Mahasiswa Lombok Timur (Formastim) dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap realitas sosial masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 28 Desember 2025, bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati Lombok Timur.
Melalui Pendidikan Basis Aktivis, mahasiswa diajak memahami bahwa peran intelektual tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa dituntut mampu membaca persoalan sosial, bersikap kritis, serta hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat. Nilai-nilai ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Kegiatan tersebut menghadirkan Cheng Candra Kusuma sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sosial. Menurutnya, keberanian menyuarakan kebenaran, empati terhadap sesama, serta kepekaan terhadap ketimpangan sosial merupakan sikap dasar yang harus dimiliki oleh setiap aktivis mahasiswa.
Ketua panitia, Heri Setiawan, menyampaikan bahwa Pendidikan Basis Aktivis dirancang sebagai ruang pembelajaran kolektif bagi mahasiswa Lombok Timur. Tujuan utamanya adalah membentuk karakter mahasiswa yang kritis, memiliki integritas moral, serta siap berkontribusi nyata di lingkungan sosialnya. Melalui materi, diskusi bersama, dan konsolidasi, peserta didorong untuk memahami peran strategis mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Pendidikan Basis Aktivis menjadi proses pendidikan nilai yang menanamkan kesadaran sosial sejak dini. Formastim berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi mahasiswa yang tidak apatis, mampu berpikir reflektif, dan berkomitmen menjaga nilai keadilan serta kepedulian sosial di Lombok Timur.
baca juga: KKN Unram 2025 Resmi Diterjunkan, 2.591 Mahasiswa Mengabdi di 256 Desa Pulau Lombok
![]()


