Nahwa Media-Literasi iklan pangan menjadi isu penting yang kembali disorot melalui Program Kolaborasi Membuat Iklan Memenuhi Ketentuan (KOMIK) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Program ini tidak hanya menghadirkan ajang kolaborasi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memahami pentingnya iklan dan label pangan yang benar.
BPOM RI mengapresiasi para peserta KOMIK 2025 yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan latar belakang keilmuan, mulai dari desain komunikasi visual, gizi, komunikasi, kesehatan masyarakat, farmasi, hingga seni rupa. Sebanyak 30 mahasiswa terpilih dilibatkan secara langsung dalam proses pembuatan label dan iklan pangan olahan yang sesuai dengan ketentuan.
Melalui kegiatan 2-Days Bootcamp KOMIK 2025, peserta mendapatkan bimbingan teknis mengenai regulasi iklan pangan, informasi label yang wajib dicantumkan, hingga etika komunikasi kepada konsumen. Proses penilaian melibatkan dewan juri dari Dewan Periklanan Indonesia, akademisi, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta tim BPOM.
baca juga: KKN Unram 2025 Resmi Diterjunkan, 2.591 Mahasiswa Mengabdi di 256 Desa Pulau Lombok
Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Elin Herlina, menegaskan bahwa literasi iklan pangan sangat penting di tengah maraknya promosi produk di media digital. Berdasarkan hasil pengawasan BPOM tahun 2024, sekitar 25 persen iklan pangan masih belum sesuai ketentuan dan berpotensi menyesatkan konsumen.
“Iklan pangan memegang peran penting sebagai jembatan informasi antara pelaku usaha dan konsumen. Oleh karena itu, iklan pangan wajib menyampaikan informasi yang benar dan tidak menyesatkan,” ujar Elin.
Selain iklan, label pangan juga memiliki fungsi edukatif yang krusial. Label yang sesuai ketentuan menjadi sumber utama informasi konsumen, mulai dari komposisi bahan, nilai gizi, klaim produk, hingga potensi alergen. Kesalahan atau manipulasi informasi pada label dapat berdampak langsung pada kesehatan dan keputusan konsumsi masyarakat.
Program KOMIK 2025 menunjukkan bahwa kolaborasi lintas disiplin mampu menghadirkan solusi nyata. Kreativitas mahasiswa dipadukan dengan kebutuhan UMKM, sehingga menghasilkan karya berupa rancangan label, video, dan poster promosi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga patuh terhadap regulasi.
Bagi generasi muda, program ini menjadi pembelajaran bahwa kreativitas di era digital harus dibarengi dengan tanggung jawab. Literasi iklan pangan bukan hanya tugas regulator, tetapi juga menjadi peran penting mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan terpercaya.
Melalui pendekatan edukatif seperti KOMIK, BPOM berharap kesadaran akan pentingnya iklan dan label pangan yang benar dapat terus meningkat, sekaligus mendukung daya saing UMKM tanpa mengorbankan hak konsumen.
Artikel ini disusun sebagai konten edukatif dengan mengolah informasi dari pemberitaan detik.com.
baca juga: Kreatif, Edukatif, Inovatif! KOMIK 2025 Hadirkan Terobosan Iklan dan Label Pangan
![]()


