Nahwa Media_Siswa diduga keracunan susu program MBG di Desa Darmaji mengejutkan warga dan lingkungan sekolah setelah sejumlah peserta didik mengeluhkan mual dan pusing usai mengonsumsi susu yang dibagikan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Suasana belajar mendadak berubah. Guru-guru segera menghentikan aktivitas kelas dan mengarahkan siswa yang mengalami keluhan ke ruang kesehatan sekolah sebelum dirujuk ke Puskesmas Muncan. Orang tua pun berdatangan dengan raut cemas, memastikan kondisi anak-anak mereka.
“Awalnya satu anak mengeluh pusing, lalu disusul beberapa siswa lain. Kami langsung berkoordinasi dengan pihak puskesmas,” ujar salah seorang guru.
Petugas medis membenarkan adanya sejumlah siswa yang datang dengan keluhan serupa. Sebagian di antaranya dirujuk ke Puskesmas Pengadang untuk penanganan lanjutan guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap stabil.
Sebagai langkah awal, pihak terkait telah mengamankan sampel susu yang diduga menjadi penyebab kejadian tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jika terbukti melanggar standar keamanan pangan, pihak penyuplai akan dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Siswa yang mendapatkan penanganan berasal dari MI Hidayatussholihin Darmaji dan SDN 1 Darmaji. Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan puskesmas masih terus melakukan pemantauan serta mengumpulkan data dari sekolah lain yang diduga mengalami kejadian serupa.
Peristiwa siswa diduga keracunan susu program MBG di Desa Darmaji menjadi pengingat penting bahwa program pemenuhan gizi di sekolah harus selalu disertai pengawasan ketat, demi memastikan keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap terjaga.
baca juga:Program Makan Bergizi Gratis Dinilai JPPI Perburuk Kualitas Pendidikan Nasional
![]()


