
Pembina PC Himmah Lombok Timur
Nahwa Media– KERACUNAN MASAL DIDUGA KARENA KELALAIAN PENGELOLA SPPG menjadi sorotan serius di Kecamatan Suela, Lombok Timur. Program MBG yang seharusnya menjadi makanan nikmat dan bergizi bagi siswa justru berubah menjadi sumber penyakit dan diduga menjadi penyebab keracunan masal di beberapa sekolah.
MBG yang diolah oleh SPPG Ketangga dilaporkan dalam beberapa minggu terakhir disajikan dengan kondisi yang memprihatinkan. Mulai dari makanan yang hampir basi hingga dugaan tidak adanya pegawai yang benar-benar berkompeten dalam pengelolaan dapur SPPG tersebut.
Puncak kejadian keracunan masal diduga karena kelalaian pengelola SPPG terjadi pada Senin, 26 Januari 2025, di mana banyak siswa dari beberapa sekolah mengalami sakit perut setelah mengonsumsi MBG. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan orang tua dan masyarakat setempat.
Padahal, pada prinsipnya SPPG merupakan dapur profesional yang seharusnya dikelola oleh tenaga terlatih dan berkompeten. Sangat tidak wajar apabila makanan dari dapur profesional cepat basi, apalagi sampai menyebabkan keracunan masal. Tata kelola SPPG seharusnya sudah jelas dan tidak bisa ditawar-tawar, terutama dalam hal standar kebersihan dan keamanan pangan.
M. Riadi, selaku Ketua Forum Ketangga Bersatu sekaligus Pembina Himmah NW Lombok Timur, menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan keselamatan siswa sebagai penerima manfaat tetap menjadi prioritas utama.
baca juga:Siswa Diduga Keracunan Susu Program MBG di Desa Darmaji, Sekolah dan Puskesmas Bergerak Cepat
![]()


